-->
U3DGDAQbHz1BfkaNiXhOCW0356K5hbADnV3jwXwA

Sekar Alit Geguritan Pupuh Adri

Pupuh Adri dan Teks Gambar
Sekar Alit Geguritan Pupuh Adri
Geguritan masyarakat Bali sudah sering kita dengarkan dalam setiap pelaksanaan suatu upacara yadnya. Menurut pendapat pribadi saya, geguritan Bali identik dengan karya sastra yang ditulis dalam lontar atau buku, dibaca dan dilantunkan menjadi sebuah tembang, kidung atau lagu yang mengalun merdu oleh para seniman dalam bentuk pupuh.

Di Bali dikenal ada beberapa jenis pupuh, yaitu pupuh sinom, pupuh ginada, pupuh pucung, pupuh semarandana, pupuh durma. Dari jenis pupuh yang ada, beberapa diantaranya sudah saya tuliskan di blog ini lengkap dengan videonya.

Berhubung pada suatu kesempatan dalam acara 3 bulanan keluarga, dapat saya saksikan langsung berlangsungnya upacara 3 bulanan diiringi dengan tabuh gender Bali dan sekar alit geguritan pupuh adri. Tidak mau kehilangan moment kesenian yang adiluhung ini, maka saya mengabadikannya dalam sebuah video dan menulis pendapat saya pribadi di blog ini. Saksikan video 'Sekar Alit Geguritan Pupuh Adri' beserta teks  gambarnya di channel youtube Bali ID Channel.

Geguritan Bali sering dilantunkan dalam berbagai upacara yadnya sebagai sebuah nasehat atau penutur kejernihan yang mendamaikan dan menenangkan dalam sebuah tembang Bali. Dalam tulisan ini saya akan contohkan salah satunya 'Sekar Alit Geguritan Pupuh Adri' Walaupun saya sendiri tidak bisa melantunkannya dalam sebuah tembang, namun senang dan damai mendengarkannya. Geguritan Pupuh Adri ini dilantunkan oleh Dewa Aji Suta pada saat dilaksanakannya sebuah upacara yadnya otonan di Kabupaten Buleleng.

Video Sekar Alit Geguritan Pupuh Adri

Contoh Sekar Alit Geguritan Pupuh Adri
Kahula ngaturang canang harum,
Ring Ida Bhatara kahula manuhun bakti,
Manyungsung Ida Ratu,
Iratu Susunan Agung,
Iratu Hyang panembahan,
Pang terus ican Iratu,
Nyari haturan kahula,
Ring cokor ida Bhatara.
Canang wangi merik sumembur,
Mangrembun sekare,
Mangrembun jebat kasturi,
Ngawe kalangen Iratu,
Wangine mangalub - alub,
Arume mangebekin pura,
Ring kadewatan manyusup,
Pradekwa para Hyang kabeh,
Geger saking puran nira.
Lirik Pupuh Adri diatas terdiri dari 2 bait, dalam bahasa balinya disebut duang pada. Dan setiap baitnya dilantunkan sesuai lirik lagu dari pupuh itu sendiri oleh para seniman Bali yang telah memahaminya. Geguritan Bali sebagai salah satu budaya Bali yang telah memasyarakat sarat akan makna dan nasehat yang terkandung didalamnya. Bila dicermati secara mendalam akan menjadi seuatu renungan yang masuk direlung hati, menciptakan rasa kasih sayang, welas asih kepada semua makhluk. Mencegah terjadinya tindakan ahimsa.

Sekarang ini di era globalisasi sangat penting menyeimbangkan keadaan, nilai nilai luhur dan nasehat dalam sebuah pupuh berperan dalam upaya menghadapi tantangan global. Sehingga pengaruh teknologi dan informasi dapat menjadi nilai nilai positif untuk perkembangan dan kemajuan. Menyenangi budaya yang telah diwariskan para leluhur menjadi modal awal untuk menuju perkembangan yang lebih baik meski di berada di era teknologi maju sekalipun. Nilai nilai keimanan menjadi kekuatan dalam mengendalikan situasi dan keadaan.

Banyak manfaat yang diperoleh apabila bisa meresapi nilai nilai luhur dari seni olah vokal geguritan ini, baik dirasakan oleh yang melantunkan geguritan dan juga baik bagi yang mendengarkannya. Geguritan yang menenangkan akan membawa kedamaian, didalamnya tersirat pesan nasehat yang mendalam tentang ajaran ajaran luhur dalam menuntun kehidupan. Sebagai contohnya adalah Pupuh Durma Geguritan Dharma Prewertti.

Begitulah catatan penulis hari ini yang mengalir begitu saja, memberi pendapat akan nilai nilai geguritan Bali yang menginspirasi. Semoga bermanfaat.

Related Posts
I GB Sudiantara
Salam lestari, salam konservasi. Selamat datang di Bllog Menulis Catatan. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Posting Komentar